Pemerintah Kabupaten Asahan Sambut Idul Adha 1438 H Dengan Saling Berbagi Kepada Masyarakat

Rangkaian gema takbir, tahmid dan tahlil berkumandang saling bersahutan memenuhi angkasa diseluruh dunia seiring hadirnya salah satu dari Hari Raya Besar Umat Islam yaitu Idul Adha. Tidak terkecuali di Kabupaten Asahan, dengan mayoritas penduduknya memeluk agama Islam suasana Idul Adha terasa kentara di seluruh wilayah dan seluruh lapisan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Asahan berusaha memaknai Hari Raya Idul Adha sebagai momentum untuk meningkatkan silaturahmi dan saling berbagi dalam bingkai ibadah penyembelihan hewan qurban. Gedung Islamic Center yang berdampingan dengan Masjid Agung H. Ahmad Bakrie menjadi tempat kegiatan yang dilaksanakan Jumat, 1 September 2017. Kegiatan tersebut terasa semakin bermakna karena dilaksanakan setelah Shalat Ied yang dipusatkan di Masjid Agung H. Ahmad Bakrie Kisaran. Lantunan ayat suci Al Quran yang dibacakan oleh H. Muhammad Syafiq sebagai Imam dirangkai dengan Tausiyah yang dibawakan oleh Ketua MUI Kab. Asahan H. Salman A. Tanjung, Lc., MA benar – benar mampu menambah spirit keimanan dan ketakwaan ribuan jamaah yang mengikuti shalat ied sebelum melaksanakan ibadah qurban.

Bupati Asahan Drs. H. Taufan Gama Simatupang, MAP dalam sambutannya pada kegiatan penyembelihan hewan qurban yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan berharap agar kita dapat memaknai pelaksanaan ibadah qurban sebagai sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan kecintaan terhadap sesama.

Wakil Bupati Asahan, Forkopimda Asahan, Sekda beserta OPD Kab. Asahan, Ketua TP PKK Kab. Asahan, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat juga turut menyaksikan pelaksanaan penyembelihan hewan qurban oleh panitia pelaksana yang tahun ini menyembelih 99 ekor sapi dan 48 ekor kambing. Dari hasil penyembelihan hewan qurban tersebut Pemerintah Kab. Asahan membagikan 7487 paket daging qurban kepada masyarakat yang berada di seputaran kota Kisaran.

Semoga momentum hadirnya Idul Adha dan Ibadah Qurban tidak hanya dipandang sebagai ritual tahunan atau kedatangannya diharap sebagai waktu untuk berlibur, dinantikan tibanya untuk meraih kebersamaan dengan keluarga, tetapi mari kita maknai hal tersebut sebagai landasan berpijak untuk memuhasabah diri, sembari mengambil pelajaran dan hikmah dari substansi “Hari Raya Kurban”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *